Tiga Perbedaan antara Reksadana Dolar AS dengan Rupiah
Selasa, 27 Agustus 2019
Dengan kata lain, risiko kurs adalah ibarat pedang bermata dua. Ketika kurs USD menguat terhadap Rupiah, maka akan membuat kinerja reksadana berkurang. Sebaliknya Kurs USD melemah terhadap Rupiah, maka reksadana akan mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga saham dan kurs.
Ini Cara Berinvestasi Reksa Dana USD Tanpa Harus Punya Tabungan USD April 8, 2019
11 Maret 2020:
Reksadana Commonwealth
Sumber: ..... ?
Kinerja reksadana saham berbasis dolar memiliki kenaikan kinerja di atas reksadana saham berbasis rupiah karena reksadana dolar berpotensi mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga saham dan kurs. Namun, saat rupiah melemah, kinerja reksadana saham ini akan menurun karena asetnya yang berbasis rupiah juga menurun.
Yang perlu diperhatikan, risiko kurs ini hanya terjadi pada reksadana saham dan campuran berdenominasi dolar dengan instrumen saham memiliki proporsi dominan dalam portofolio. Pada reksadana pendapatan tetap, pasar uang dan terproteksi berdenominasi USD, tidak ada risiko ini karena seluruh penempatannya pada instrumen berbasis dolar langsung.
Reksadana Dollar, Investasi Terbaik untuk Membiayai Anak Sekolah ke Luar Negeri August 13, 2016
Reksadana Dollar tidak dijamin oleh pemerintah.
Selama, investasinya dilakukan di instrumen yang aman, seperti Deposito Dollar, Obligasi pemerintah, resikonya sudah pasti rendah.
Wednesday, March 11, 2020
Tuesday, January 21, 2020
DYNAMIC QUEUE MIKROTIK - QOS
https://www.youtube.com/watch?v=BosPkqQUaas
Hai Guys jumpa lagi di Mikrotik Tutorial dan pada tutorial kali ini akan membahas mengenai
Dynamic QoS mungkin banyak yang masih bertanya-tanya apa itu Dynamic QoS? karena sebelumnya kita membuat QoS secara manual pada Mikrotik kita bisa membuat Dynamic QoS yaitu membuat rule QoS secara otomatis kita bisa membuat di beberapa fitur seperti VPN DHCP maupun Hotspot seperti apa cara membuatnya? jangan lupa untuk Subscribe dan klik tombol lonceng agar anda mendapatkan notifikasi saat kami mengupload video-video terbaru video kali ini akan membahas mengenai Dynamic QoS jadi dari beberapa video QoS sebelumnya banyak pertanyaan yang sudah masuk bagaimana cara membuat QoS untuk user yang memiliki IP address yang sering berubah contohnya ada beberapa user yang terkoneksi melalui DHCP, Hotspot ataupun VPN sebelumnya kita sudah belajar membuat HTB kita bisa membuat hirarki kita bisa mengkonfigurasi limit at, max limit dan juga priority pada client tapi bagaimana caranya kalau user yang kita punya menggunakan IP dynamic? pada Mikrotik sudah ada fitur tersebut kita bisa membuat dynamic QoS dan bisa digunakan pada DHCP, VPN maupun hotspot jadi kalau kita melakukan dynamic QoS begitu ada user terkoneksi
melalui DHCP, VPN maupun hotspot maka secara otomatis akan terbuat
satu rule simple queue yang baru secara dynamic kemudian kalau user tersebut logout otomoatis rule tersebut juga akan hilang jadi kita bisa melakukan HTB disitu bisa menggunakan priority, limit at, max limit
dan lain-lain dan itu dilakukan secara otomatis bagaimana caranya? yang pertama kita akan mencoba terlebih dahulu pada fitur VPN jadi pada VPN kita bisa melakukan dynamic QoS pada VPN memiliki pengaturan pada menu PPP dan disini terlihat sudah ada dua profile VPN
yang sudah saya buat sebelumnya kita akan mencoba melihat pada profile pertama disini terdapat tab general, protocols dan limits pada tab limits kita akan melakukan dynamic QoS kita akan mencoba membuat yang paling sederhana misalkan kita akan memberikan limit sebesar 10M untuk upload dan download jika sudah ditulikan lalu kita apply kita akan lihat pada menu queue terlihat belum ada queue yang terbuat sekarang kita akan coba jika ada
user VPN yang terkoneksi kita lihat pada tab Active Connections belum ada user yang terkoneksi jika sudah ada yang terkoneksi maka akan terbentuk sebuah simple queue secara dynamic atau terbentuk secara otomatis dan terlihat sudah ada pengaturan untuk Max Limit
sebesar 10M untuk Upload dan Download kita akan coba melakukan variasi lagi kita akan lakukan modifikasi untuk max limit upload dan download tidak boleh sama misalkan untuk upload sebesar 5M
dan download sebesar 10M pada parameter untuk rate limit tertulis RX dan TX parameter ini dilihat dari sisi Router tapi kalau kita melihat dari sisi user maka pada penulisan dari depan adalah upload
dan yang setelahnya adalah download cara penulisannya sama
dengan yang ada pada simple queue angka pertama untuk upload
angka sebelah kanan untuk download jika konfigurasi in saya apply kemudian kita lihat pada menu queue pada menu PPP kita hapus user VPN terlebih dahulu jika terkoneksi kembali user VPNnya kita lihat usernya terkoneksi kembali terdapat queue baru dengan max limit upload 5M dan download 10M karena kita telah mengubah tadi untuk pengaturan Burst dan lain-lain masih kosong karena nanti kita bisa gunakan konfigurasi tersebut dengan cara yang lebih advance jadi untuk rate-limit juga bisa kita lakukan pengaturan secara advance kita bisa lakukan burst, priority, parent dan lain-lain caranya seperti apa? kita akan lihat pada tampilan berikut kalau kita lihat pada gambar berikut penulisan seperti inilah yang harus kita masukkan kedalam rate-limit baris pertama merupakan max limit, kemudian burst dan lain-lain kita lihat baris pertama untuk angka pertama merupakan upload jadi tadi kita sudah membuat sebesar 5M dan 10M angka pertama untuk upload dan setelahnya untuk download susunan seperti ini berlaku untuk semua susunan angka pertama untuk upload dan setelahnya untuk download pada gambar terlihat banyak parameter lain kita akan cek mulai dari depan jadi yang pertama untuk pengaturan max limit kita tadi sudah melakukan max limit kemudian setelahnya untuk Burst limit dan setelahnya lagi merupakan Burst Threshold dan selanjutnya merupakan pengaturan
untuk Burst Time jadi yang pertama untuk max limit
dan 3 setelahnya adalah pengaturan untuk Burst Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time kemudian angka berikutnya untuk pengaturan priority dan angka terakhir untuk pengaturan Limit At angka untuk pengaturannya sudah komplit seperti saat kita membuat full QoS mulai dari max limit, burst kemudian ada priority dan juga ada limit at konfigurasi angka seperti inilah yang bisa kita masukkan kedalam Rate Limit tadi jadi kalau angka ini kita masukkan kedalam Rate Limit bisa kita masukkan semua secara bersamaan mulai dari max limit kemudian burst, priority dan limit at disini saya apply kemudian ada satu hal lagi jika kita ingin menggunakan sistem HTB maka kita harus membuat Parent queue sehingga pada parameter Queue kita bisa menentukan Parent Queue yang akan kita gunakan disini kita belum mempunyai parent queue jadi kita harus membuat terlebih dahulu caranya dengan membuat queue seperti biasa dan saya memberi nama Parent-VPN untuk target saya akan mengisi semua IP yang ada pada target IP pool yang digunakan untuk VPN tersebut disini saya akan menggunakan 172.16.30.0/24 untuk target max limit bisa kita isi dengan total Bandwidth
yang kita miliki misalkan 100M untuk upload
dan 100M untuk download kemudian saya apply disini kita sudah mempunyai satu Parent Queue statik kemudian pada menu queue pada PPP Profile kita akan masukkan Parent Queue tadi kita telah membuat Parent-VPN kemudian untuk pemilihan queue types kita bisa menggunakan apa saja sesuai dengan kebutuhan kita kali ini kita menggunakan default-small kemudian kita apply setelah kita apply
user pada VPN akan saya hapus terlebih dahulu jika sudah terkoneksi kembali maka akan terlihat user VPN masuk lagi disini terlihat user VPN sudah menjadi Child Queue dari Parent Queue yang sudah kita buat tadi ini adalah Parent Queue dan ini adalah Child Queue dan kalau kita lihat disini pada simple queue sudah terisi limit at 2M untuk upload
dan 5M untuk download priority juga sudah terisi
kemudian queue types terisi
Parent Queue juga terisi kemudian konfigurasi untuk Burst juga sudah terisi max limit terisi dan target otomatis adalah pptp-user1 jadi konfigurasi simple queue ini mengikat ke interface tidak hanya mengikat pada IP address akan tetapi dengan interfacenya juga rule simple queue sudah berfungsi untuk rule user VPN jadi kita bisa membuat Max Limit, Burst, Limit At dan Priority kemudian juga pemilihan queue types dan parent queue untuk user VPN kemudian kita lihat untuk konfigurasi hotspot tadi kita sudah buat konfigurasi untuk user VPN untuk konfigurasi hotspot tidak jauh berbeda langkah pertama kita akan buat queue baru untuk menjadi parent queue hotspot untuk target kita isi dengan IP pool yang digunakan untuk hotspot kemudian max limit harus di isi disini kita sudah memiliki satu parent queue statik
untuk hotspot kita masuk ke menu IP
kemudian hotspot masuk ke tab user profiles disiini saya sudah memiliki user profile
yang sudah saya buat sebelumnya cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan VPN ada rate limit pada tab General kita masukkan susunan angka seperti tadi pada VPN dan angka-angka ini bisa kita ubah sesuai dengan kebutuhan kita kemudian pada tab queue kita memilih parent yang sudah kita buat tadi disini ada Parent-Hotspot kemudian queue types bisa kita pilih disini untuk kali ini saya memilih hotspot-default kita apply kemudian kalau kita lihat pada menu hotspot jadi kalau ada yang login hotspot bisa kita lihat akan ada tambahan simple queue yang baru untuk user hotspot disini terlihat sudah ada hotspot-user1 sudah tersambung melalui hotspot yang menggunakan IP address 10.5.50.4 kemudian max limit, burst limit sudah terisi sesuai dengan parameter yang sudah kita isi
pada rate limit tadi pada tab Advanced kita lihat
LImit At dan Parent Queue sudah ada Queue Types juga sudah terisi dengan konfigurasi Dynamic QoS seperti ini kita bisa melakukan HTB kita bisa menggunakan Parent Queue
dan banyak hal yang lain sesuai dengan materi QoS yang sudah kita pelajari
pada video-video sebelumnya mulai dari Queue Types, Parent, HTB dan lain-lain untuk konfigurasi Dynamic Queue ini
berfungsi seperti saat melakukan HTB secara manual jadi kita bisa mengkonfigurasi banyak hal jika kalian masih bingung mengenai HTB
bisa dilihat pada video sebelumnya mengenai HTB kemudian mengenai queue types sudah kami buat
video tutorialnya juga silahkan dilihat pada video series mengenai QoS sebelumnya jadi seperti inilah contoh Dynamic Queue
pada VPN dan juga Hotspot kemudian untuk Hotspot misalkan ada user lain yang terkoneksi apakah pengaturannya bisa sama dengan user yang pertama? kita bisa memberi pengaturan yang berbeda untuk setiap user yang terkoneksi dari Hotspot kita akan lihat pada user hospot profile yang kedua disini saya buat Parent-Queue sama Parent-Hotspot kemudian Queue Types juga sama disini kita akan coba mengubah Rate Limit kita akan membuat Rate Limit sebesar
2M untuk download dan 2M untuk upload disini saya tidak menulis lengkap seperti awal tadi karena untuk Max Limit sudah bisa kita gunakan
untuk konfigurasi HTB selama Parent-Queue ada dan sudah terkonfigurasi saya apply disini kita akan coba lihat juka ada user baru yang terkoneksi kita tunggu untuk user hotspot2 terkoneksi kembali disini sudah terlihat ada user hotspot2 yang terkoneksi disini kita lihat user yang terkoneksi membuat simple-queue lagi dengan parameter yang berbeda jadi akan terdapat max limit yang berbeda
mari kita coba buka terlihat konfigurasi Burst tidak ada
karena memang tadi kita tidak buat tapi karena Limit At tidak di atur maka Limit At mengcopy data dari Max Limit parameter Limit At menggunakan pengaturan angka yang sama dengan Max Limit Limit At sebesar 2M
dan pada Max Limit juga 2M kesimpulannya adalah kita bisa memberikan pengaturan kecepatan yang berbeda untuk setiap user hotspot yang terkoneksi hal seperti ini juga bisa kita terapkan pada pengaturan Dynamic Queue pada VPN jadi kalau ada user berbeda yang terkoneksi menggunakan Rate Limit yang berbeda jika user tersebut terkoneksi maka akan membuat simple queue yang berbeda juga jadi kita bisa melakukan pengaturan kecepatan dan juga priority yang berbeda untuk setiap user yang terkoneksi
ke Hotspot maupun ke VPN seperti itulah penjelasan dengan Hotspot dan VPN ada satu fitur lagi yang bisa kita gunakan Dynamic QoS fitur tersebut adalah DHCP dan fitur ini mungkin yang paling banyak
dan sering digunakan karena merupakan konfigurasi jaringan yang paling mudah jadi kita tidak perlu menggunakan security apapun jika kita terhubung melalui Switch, Router atau Wireless maka akan mendapatkan IP address dari DHCP Server kita akan coba membuat pertama kita akan membuat Parent-Queue
untuk DHCP Server kita akan membuat Parent Queue untuk DHCP server kemudian Target kita sesuaikan dengan IP Pool yang digunakan pada DHCP server untuk Max Limit saya akan gunakan 100M
untuk upload dan download kita apply dan sudah terlihat bahwa saya sudah memiliki
Parent-Queue untuk DHCP Server kemudian kita akan memasukkan paramater Rate Limit pada pengaturan DHCP pertama kita akan masuk ke pengaturan DHCP Server terletak pada menu IP kemudian DHCP Server kita masuk ke tab Leases jika sebelumnya kita lakukan pada Profiles untuk DHCP pengaturannya terdapat pada tab Leases pertama kita cari user yang terkoneksi menggunakan DHCP Server terlebih dahulu agar lebih mudah kemudian disini ada satu user yang akan saya ubah menggunakan Rate Limit pertama kita akan klik Make Static bukan Dynamic Leases karena syarat pertama harus menjadi Static Leases kemudian kita buka pengaturan user yang terkoneksi maka akan terlihat IP Address dan MAC Address untuk IP Address kita akan kembalikan
ke pengaturan IP pool kita ubah menjadi dhcp_pool0 ini adalah pengaturan yang saya gunakan
untuk IP Address DHCP Pool kemudian disini ada Rate Limit disinilah tempat kita memasukkan parameter pengaturan untuk Dynamic Queue kita masukkan pengaturan yang sama
dengan yang awal tadi yang didalamnya terdapat pengaturan Max Limit, Burst kemudian Priority dan Limit At kita masukkan pada parameter Rate Limit kemudian kita Apply maka akan muncul satu buah Dynamic Queue tetapi disini tidak masuk kedalam Parent Queue masih berdiri sendiri kenapa queue ini masih berdiri sendiri? karena sebelumnya tadi kita belum menentukan pada Parent mana kita akan memasukkan DHCP ini disini pada RouterOS v6.44 terdapat fitur baru dimana kita bisa
memilih Parent-Queue untuk DHCP pada versi sebelumnya belum ada tetapi fitur ini baru bisa berjalan pada Command Line jadi belum terdapat pada menu di Winbox kita akan buka Command Line kita ketik perintah
ip dhcp-server perintahnya harus masuk ke menu DHCP server
terlebih dahulu kita bisa lihat ada DHCP Server apa saja
yang sudah ada saya mempunyai dua DHCP Server kita akan menggunakan DHCP Server pada LAN karena yang satunya merupakan DHCP Server untuk Hotspot kita akan atur dengan mengetikkan perintah
set dhcp-LAN disini jika kita lihat ada banyak parameter
yang bisa kita tentukan salah satunya adalah Parent-Queue kita bisa memilih menggunakan
Parent-Queue yang mana kita tekan tombol Tab untuk melihat pilihan kita sudah memiliki Parent Queue untuk DHCP saya tekan Enter kemudian disini kita non aktifkan dulu untuk DHCP leases nya kemudian kita aktifkan lagi jika user tersebut terkoneksi kembali menggunakan DHCP Server maka kita akan mendapatkan satu Simple Queue
yang sudah masuk kedalam Parent disini terlihat ada queue yang sudah masuk
kedalam Parent-DHCP jika tadi sebelumnya queue untuk user DHCP
berdiri sendiri maka kali ini queue untuk client DHCP
sudah masuk sebagai Child Queue dapi Parent DHCP Queue yang ini merupakan Parent-DHCP Queue dan yang ini Child Queue jika kita lihat pada konfigurasi Child Queue nya target IP address sudah sesuai dengan IP address yang dibagikan oleh DHCP Server jika IP Address ini berubah konfigurasi Simple Queue pada DHCP User tetap akan melimit sesuai dengan Rate Limit yang kita masukkan kemudian Max Limit dan Burst Limit juga ada pada Tab Advanced LImit At juga ada kemudian Priority dan lain-lain dan yang paling penting yaitu Parent-Queue Parent-DHCP disini juga sudah masuk jadi kita sudah sukses membuat Dynamic Queue
untuk DHCP Server ini ada sedikit clue tadi kita bisa melakukan menggunakan Command Line
(untuk saat ini) mungkin pada versi selanjutnya
sudah ada di menu pada Winbox agar kita lebih mudah melakukan melalui Winbox jadi tidak perlu lagi mengetik pada Command Line jadi hanya itu permasalahan untuk
membuat Dynamic Queue pada DHCP Server saat ini dan saya yakin untuk versi berikutnya pasti akan di Update untuk menambahkan menu pada Winbox untuk memasukkan Parent Queue pada DHCP Server ada beberapa hal lain kalau tadi kita pada pengaturan Dynamic Queue VPN
kita masukkan pada Profile dan untuk Hotspot kita juga memasukkan pada Profile kalau untuk DHCP Server kita melakukan satu persatu
pada setiap user yang terkoneksi jika kita memilih MAC Address tertentu maka kita harus menentukan satu persatu kita belum bisa memasukkan IP berapapun secara otomatis kedalam Dynamic QoS ini jadi kita harus melakukan satu persatu
pada setiap client atau MAC Address karena memang sebenarnya Dynamic QoS ini diperuntukkan bagi user dengan prioritas tinggi dan bukan untuk semua client jadi kalau kita ingin melakukan untuk semua client sebenarnya tidak perlu menggunakan Dynamic QoS karena kita bisa lakukan dengan PCQ maka semua client atau komputer
akan mendapatkan Speed yang sama hanya menggunakan satu rule saja kita melakukan Simple Queue dengan PCQ maka semua client atau komputer akan
mendapatkan Rule yang sama untuk komputer atau client tertentu yang ingin diberikan limit lebih cepat kita bisa lakukan Dynamic QoS dan jangan lupa
untuk menaruh paling atas dari Rule sebelumnya sehingga Rule priority ini akan dijalankan dahulu daripada Rule untuk PCQ sehingga untuk client atau komputer tertentu
akan mendapatkan speed yang lebih daripada yang ditentukan pada PCQ
untuk client yang lain seperti itu petunjuknya kemudian untuk kalian yang ingin mencoba
atau ada pengalaman tertentu mengenai Dynamic QoS bisa tuliskan pada kolom komentar sehingga kit bisa diskusi dan membantu
untuk melakukan implementasi kemudian Share video ini agar lebih banyak lagi yang tahu mengenai
materi video Dynamic QoS ini jangan lupa untuk
Subscribe dan juga klik lonceng supaya kalian mendapatkan notifikasi
jika kami mengupload video terbaru sampai jumpa pada Video selanjutnya
Hai Guys jumpa lagi di Mikrotik Tutorial dan pada tutorial kali ini akan membahas mengenai
Dynamic QoS mungkin banyak yang masih bertanya-tanya apa itu Dynamic QoS? karena sebelumnya kita membuat QoS secara manual pada Mikrotik kita bisa membuat Dynamic QoS yaitu membuat rule QoS secara otomatis kita bisa membuat di beberapa fitur seperti VPN DHCP maupun Hotspot seperti apa cara membuatnya? jangan lupa untuk Subscribe dan klik tombol lonceng agar anda mendapatkan notifikasi saat kami mengupload video-video terbaru video kali ini akan membahas mengenai Dynamic QoS jadi dari beberapa video QoS sebelumnya banyak pertanyaan yang sudah masuk bagaimana cara membuat QoS untuk user yang memiliki IP address yang sering berubah contohnya ada beberapa user yang terkoneksi melalui DHCP, Hotspot ataupun VPN sebelumnya kita sudah belajar membuat HTB kita bisa membuat hirarki kita bisa mengkonfigurasi limit at, max limit dan juga priority pada client tapi bagaimana caranya kalau user yang kita punya menggunakan IP dynamic? pada Mikrotik sudah ada fitur tersebut kita bisa membuat dynamic QoS dan bisa digunakan pada DHCP, VPN maupun hotspot jadi kalau kita melakukan dynamic QoS begitu ada user terkoneksi
melalui DHCP, VPN maupun hotspot maka secara otomatis akan terbuat
satu rule simple queue yang baru secara dynamic kemudian kalau user tersebut logout otomoatis rule tersebut juga akan hilang jadi kita bisa melakukan HTB disitu bisa menggunakan priority, limit at, max limit
dan lain-lain dan itu dilakukan secara otomatis bagaimana caranya? yang pertama kita akan mencoba terlebih dahulu pada fitur VPN jadi pada VPN kita bisa melakukan dynamic QoS pada VPN memiliki pengaturan pada menu PPP dan disini terlihat sudah ada dua profile VPN
yang sudah saya buat sebelumnya kita akan mencoba melihat pada profile pertama disini terdapat tab general, protocols dan limits pada tab limits kita akan melakukan dynamic QoS kita akan mencoba membuat yang paling sederhana misalkan kita akan memberikan limit sebesar 10M untuk upload dan download jika sudah ditulikan lalu kita apply kita akan lihat pada menu queue terlihat belum ada queue yang terbuat sekarang kita akan coba jika ada
user VPN yang terkoneksi kita lihat pada tab Active Connections belum ada user yang terkoneksi jika sudah ada yang terkoneksi maka akan terbentuk sebuah simple queue secara dynamic atau terbentuk secara otomatis dan terlihat sudah ada pengaturan untuk Max Limit
sebesar 10M untuk Upload dan Download kita akan coba melakukan variasi lagi kita akan lakukan modifikasi untuk max limit upload dan download tidak boleh sama misalkan untuk upload sebesar 5M
dan download sebesar 10M pada parameter untuk rate limit tertulis RX dan TX parameter ini dilihat dari sisi Router tapi kalau kita melihat dari sisi user maka pada penulisan dari depan adalah upload
dan yang setelahnya adalah download cara penulisannya sama
dengan yang ada pada simple queue angka pertama untuk upload
angka sebelah kanan untuk download jika konfigurasi in saya apply kemudian kita lihat pada menu queue pada menu PPP kita hapus user VPN terlebih dahulu jika terkoneksi kembali user VPNnya kita lihat usernya terkoneksi kembali terdapat queue baru dengan max limit upload 5M dan download 10M karena kita telah mengubah tadi untuk pengaturan Burst dan lain-lain masih kosong karena nanti kita bisa gunakan konfigurasi tersebut dengan cara yang lebih advance jadi untuk rate-limit juga bisa kita lakukan pengaturan secara advance kita bisa lakukan burst, priority, parent dan lain-lain caranya seperti apa? kita akan lihat pada tampilan berikut kalau kita lihat pada gambar berikut penulisan seperti inilah yang harus kita masukkan kedalam rate-limit baris pertama merupakan max limit, kemudian burst dan lain-lain kita lihat baris pertama untuk angka pertama merupakan upload jadi tadi kita sudah membuat sebesar 5M dan 10M angka pertama untuk upload dan setelahnya untuk download susunan seperti ini berlaku untuk semua susunan angka pertama untuk upload dan setelahnya untuk download pada gambar terlihat banyak parameter lain kita akan cek mulai dari depan jadi yang pertama untuk pengaturan max limit kita tadi sudah melakukan max limit kemudian setelahnya untuk Burst limit dan setelahnya lagi merupakan Burst Threshold dan selanjutnya merupakan pengaturan
untuk Burst Time jadi yang pertama untuk max limit
dan 3 setelahnya adalah pengaturan untuk Burst Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time kemudian angka berikutnya untuk pengaturan priority dan angka terakhir untuk pengaturan Limit At angka untuk pengaturannya sudah komplit seperti saat kita membuat full QoS mulai dari max limit, burst kemudian ada priority dan juga ada limit at konfigurasi angka seperti inilah yang bisa kita masukkan kedalam Rate Limit tadi jadi kalau angka ini kita masukkan kedalam Rate Limit bisa kita masukkan semua secara bersamaan mulai dari max limit kemudian burst, priority dan limit at disini saya apply kemudian ada satu hal lagi jika kita ingin menggunakan sistem HTB maka kita harus membuat Parent queue sehingga pada parameter Queue kita bisa menentukan Parent Queue yang akan kita gunakan disini kita belum mempunyai parent queue jadi kita harus membuat terlebih dahulu caranya dengan membuat queue seperti biasa dan saya memberi nama Parent-VPN untuk target saya akan mengisi semua IP yang ada pada target IP pool yang digunakan untuk VPN tersebut disini saya akan menggunakan 172.16.30.0/24 untuk target max limit bisa kita isi dengan total Bandwidth
yang kita miliki misalkan 100M untuk upload
dan 100M untuk download kemudian saya apply disini kita sudah mempunyai satu Parent Queue statik kemudian pada menu queue pada PPP Profile kita akan masukkan Parent Queue tadi kita telah membuat Parent-VPN kemudian untuk pemilihan queue types kita bisa menggunakan apa saja sesuai dengan kebutuhan kita kali ini kita menggunakan default-small kemudian kita apply setelah kita apply
user pada VPN akan saya hapus terlebih dahulu jika sudah terkoneksi kembali maka akan terlihat user VPN masuk lagi disini terlihat user VPN sudah menjadi Child Queue dari Parent Queue yang sudah kita buat tadi ini adalah Parent Queue dan ini adalah Child Queue dan kalau kita lihat disini pada simple queue sudah terisi limit at 2M untuk upload
dan 5M untuk download priority juga sudah terisi
kemudian queue types terisi
Parent Queue juga terisi kemudian konfigurasi untuk Burst juga sudah terisi max limit terisi dan target otomatis adalah pptp-user1 jadi konfigurasi simple queue ini mengikat ke interface tidak hanya mengikat pada IP address akan tetapi dengan interfacenya juga rule simple queue sudah berfungsi untuk rule user VPN jadi kita bisa membuat Max Limit, Burst, Limit At dan Priority kemudian juga pemilihan queue types dan parent queue untuk user VPN kemudian kita lihat untuk konfigurasi hotspot tadi kita sudah buat konfigurasi untuk user VPN untuk konfigurasi hotspot tidak jauh berbeda langkah pertama kita akan buat queue baru untuk menjadi parent queue hotspot untuk target kita isi dengan IP pool yang digunakan untuk hotspot kemudian max limit harus di isi disini kita sudah memiliki satu parent queue statik
untuk hotspot kita masuk ke menu IP
kemudian hotspot masuk ke tab user profiles disiini saya sudah memiliki user profile
yang sudah saya buat sebelumnya cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan VPN ada rate limit pada tab General kita masukkan susunan angka seperti tadi pada VPN dan angka-angka ini bisa kita ubah sesuai dengan kebutuhan kita kemudian pada tab queue kita memilih parent yang sudah kita buat tadi disini ada Parent-Hotspot kemudian queue types bisa kita pilih disini untuk kali ini saya memilih hotspot-default kita apply kemudian kalau kita lihat pada menu hotspot jadi kalau ada yang login hotspot bisa kita lihat akan ada tambahan simple queue yang baru untuk user hotspot disini terlihat sudah ada hotspot-user1 sudah tersambung melalui hotspot yang menggunakan IP address 10.5.50.4 kemudian max limit, burst limit sudah terisi sesuai dengan parameter yang sudah kita isi
pada rate limit tadi pada tab Advanced kita lihat
LImit At dan Parent Queue sudah ada Queue Types juga sudah terisi dengan konfigurasi Dynamic QoS seperti ini kita bisa melakukan HTB kita bisa menggunakan Parent Queue
dan banyak hal yang lain sesuai dengan materi QoS yang sudah kita pelajari
pada video-video sebelumnya mulai dari Queue Types, Parent, HTB dan lain-lain untuk konfigurasi Dynamic Queue ini
berfungsi seperti saat melakukan HTB secara manual jadi kita bisa mengkonfigurasi banyak hal jika kalian masih bingung mengenai HTB
bisa dilihat pada video sebelumnya mengenai HTB kemudian mengenai queue types sudah kami buat
video tutorialnya juga silahkan dilihat pada video series mengenai QoS sebelumnya jadi seperti inilah contoh Dynamic Queue
pada VPN dan juga Hotspot kemudian untuk Hotspot misalkan ada user lain yang terkoneksi apakah pengaturannya bisa sama dengan user yang pertama? kita bisa memberi pengaturan yang berbeda untuk setiap user yang terkoneksi dari Hotspot kita akan lihat pada user hospot profile yang kedua disini saya buat Parent-Queue sama Parent-Hotspot kemudian Queue Types juga sama disini kita akan coba mengubah Rate Limit kita akan membuat Rate Limit sebesar
2M untuk download dan 2M untuk upload disini saya tidak menulis lengkap seperti awal tadi karena untuk Max Limit sudah bisa kita gunakan
untuk konfigurasi HTB selama Parent-Queue ada dan sudah terkonfigurasi saya apply disini kita akan coba lihat juka ada user baru yang terkoneksi kita tunggu untuk user hotspot2 terkoneksi kembali disini sudah terlihat ada user hotspot2 yang terkoneksi disini kita lihat user yang terkoneksi membuat simple-queue lagi dengan parameter yang berbeda jadi akan terdapat max limit yang berbeda
mari kita coba buka terlihat konfigurasi Burst tidak ada
karena memang tadi kita tidak buat tapi karena Limit At tidak di atur maka Limit At mengcopy data dari Max Limit parameter Limit At menggunakan pengaturan angka yang sama dengan Max Limit Limit At sebesar 2M
dan pada Max Limit juga 2M kesimpulannya adalah kita bisa memberikan pengaturan kecepatan yang berbeda untuk setiap user hotspot yang terkoneksi hal seperti ini juga bisa kita terapkan pada pengaturan Dynamic Queue pada VPN jadi kalau ada user berbeda yang terkoneksi menggunakan Rate Limit yang berbeda jika user tersebut terkoneksi maka akan membuat simple queue yang berbeda juga jadi kita bisa melakukan pengaturan kecepatan dan juga priority yang berbeda untuk setiap user yang terkoneksi
ke Hotspot maupun ke VPN seperti itulah penjelasan dengan Hotspot dan VPN ada satu fitur lagi yang bisa kita gunakan Dynamic QoS fitur tersebut adalah DHCP dan fitur ini mungkin yang paling banyak
dan sering digunakan karena merupakan konfigurasi jaringan yang paling mudah jadi kita tidak perlu menggunakan security apapun jika kita terhubung melalui Switch, Router atau Wireless maka akan mendapatkan IP address dari DHCP Server kita akan coba membuat pertama kita akan membuat Parent-Queue
untuk DHCP Server kita akan membuat Parent Queue untuk DHCP server kemudian Target kita sesuaikan dengan IP Pool yang digunakan pada DHCP server untuk Max Limit saya akan gunakan 100M
untuk upload dan download kita apply dan sudah terlihat bahwa saya sudah memiliki
Parent-Queue untuk DHCP Server kemudian kita akan memasukkan paramater Rate Limit pada pengaturan DHCP pertama kita akan masuk ke pengaturan DHCP Server terletak pada menu IP kemudian DHCP Server kita masuk ke tab Leases jika sebelumnya kita lakukan pada Profiles untuk DHCP pengaturannya terdapat pada tab Leases pertama kita cari user yang terkoneksi menggunakan DHCP Server terlebih dahulu agar lebih mudah kemudian disini ada satu user yang akan saya ubah menggunakan Rate Limit pertama kita akan klik Make Static bukan Dynamic Leases karena syarat pertama harus menjadi Static Leases kemudian kita buka pengaturan user yang terkoneksi maka akan terlihat IP Address dan MAC Address untuk IP Address kita akan kembalikan
ke pengaturan IP pool kita ubah menjadi dhcp_pool0 ini adalah pengaturan yang saya gunakan
untuk IP Address DHCP Pool kemudian disini ada Rate Limit disinilah tempat kita memasukkan parameter pengaturan untuk Dynamic Queue kita masukkan pengaturan yang sama
dengan yang awal tadi yang didalamnya terdapat pengaturan Max Limit, Burst kemudian Priority dan Limit At kita masukkan pada parameter Rate Limit kemudian kita Apply maka akan muncul satu buah Dynamic Queue tetapi disini tidak masuk kedalam Parent Queue masih berdiri sendiri kenapa queue ini masih berdiri sendiri? karena sebelumnya tadi kita belum menentukan pada Parent mana kita akan memasukkan DHCP ini disini pada RouterOS v6.44 terdapat fitur baru dimana kita bisa
memilih Parent-Queue untuk DHCP pada versi sebelumnya belum ada tetapi fitur ini baru bisa berjalan pada Command Line jadi belum terdapat pada menu di Winbox kita akan buka Command Line kita ketik perintah
ip dhcp-server perintahnya harus masuk ke menu DHCP server
terlebih dahulu kita bisa lihat ada DHCP Server apa saja
yang sudah ada saya mempunyai dua DHCP Server kita akan menggunakan DHCP Server pada LAN karena yang satunya merupakan DHCP Server untuk Hotspot kita akan atur dengan mengetikkan perintah
set dhcp-LAN disini jika kita lihat ada banyak parameter
yang bisa kita tentukan salah satunya adalah Parent-Queue kita bisa memilih menggunakan
Parent-Queue yang mana kita tekan tombol Tab untuk melihat pilihan kita sudah memiliki Parent Queue untuk DHCP saya tekan Enter kemudian disini kita non aktifkan dulu untuk DHCP leases nya kemudian kita aktifkan lagi jika user tersebut terkoneksi kembali menggunakan DHCP Server maka kita akan mendapatkan satu Simple Queue
yang sudah masuk kedalam Parent disini terlihat ada queue yang sudah masuk
kedalam Parent-DHCP jika tadi sebelumnya queue untuk user DHCP
berdiri sendiri maka kali ini queue untuk client DHCP
sudah masuk sebagai Child Queue dapi Parent DHCP Queue yang ini merupakan Parent-DHCP Queue dan yang ini Child Queue jika kita lihat pada konfigurasi Child Queue nya target IP address sudah sesuai dengan IP address yang dibagikan oleh DHCP Server jika IP Address ini berubah konfigurasi Simple Queue pada DHCP User tetap akan melimit sesuai dengan Rate Limit yang kita masukkan kemudian Max Limit dan Burst Limit juga ada pada Tab Advanced LImit At juga ada kemudian Priority dan lain-lain dan yang paling penting yaitu Parent-Queue Parent-DHCP disini juga sudah masuk jadi kita sudah sukses membuat Dynamic Queue
untuk DHCP Server ini ada sedikit clue tadi kita bisa melakukan menggunakan Command Line
(untuk saat ini) mungkin pada versi selanjutnya
sudah ada di menu pada Winbox agar kita lebih mudah melakukan melalui Winbox jadi tidak perlu lagi mengetik pada Command Line jadi hanya itu permasalahan untuk
membuat Dynamic Queue pada DHCP Server saat ini dan saya yakin untuk versi berikutnya pasti akan di Update untuk menambahkan menu pada Winbox untuk memasukkan Parent Queue pada DHCP Server ada beberapa hal lain kalau tadi kita pada pengaturan Dynamic Queue VPN
kita masukkan pada Profile dan untuk Hotspot kita juga memasukkan pada Profile kalau untuk DHCP Server kita melakukan satu persatu
pada setiap user yang terkoneksi jika kita memilih MAC Address tertentu maka kita harus menentukan satu persatu kita belum bisa memasukkan IP berapapun secara otomatis kedalam Dynamic QoS ini jadi kita harus melakukan satu persatu
pada setiap client atau MAC Address karena memang sebenarnya Dynamic QoS ini diperuntukkan bagi user dengan prioritas tinggi dan bukan untuk semua client jadi kalau kita ingin melakukan untuk semua client sebenarnya tidak perlu menggunakan Dynamic QoS karena kita bisa lakukan dengan PCQ maka semua client atau komputer
akan mendapatkan Speed yang sama hanya menggunakan satu rule saja kita melakukan Simple Queue dengan PCQ maka semua client atau komputer akan
mendapatkan Rule yang sama untuk komputer atau client tertentu yang ingin diberikan limit lebih cepat kita bisa lakukan Dynamic QoS dan jangan lupa
untuk menaruh paling atas dari Rule sebelumnya sehingga Rule priority ini akan dijalankan dahulu daripada Rule untuk PCQ sehingga untuk client atau komputer tertentu
akan mendapatkan speed yang lebih daripada yang ditentukan pada PCQ
untuk client yang lain seperti itu petunjuknya kemudian untuk kalian yang ingin mencoba
atau ada pengalaman tertentu mengenai Dynamic QoS bisa tuliskan pada kolom komentar sehingga kit bisa diskusi dan membantu
untuk melakukan implementasi kemudian Share video ini agar lebih banyak lagi yang tahu mengenai
materi video Dynamic QoS ini jangan lupa untuk
Subscribe dan juga klik lonceng supaya kalian mendapatkan notifikasi
jika kami mengupload video terbaru sampai jumpa pada Video selanjutnya
Monday, January 13, 2020
Tuesday, November 19, 2019
Block/unblock aplikasi tertentu
[Kalau hanya buka port 443, maka] hanya membypass koneksi WhatsApp untuk pesan tulisan saja. Pesan media yang berbentuk gambar dan video tetap terblokir
Sumber: Bypass WhatsApp Pada Hotspot Mikrotik 20 Agustus 2019
Sumber: Bypass WhatsApp Pada Hotspot Mikrotik 20 Agustus 2019
Wednesday, November 6, 2019
Multi-Terr related
With the release of MT4, we have opted for Hybrid technology, combining desktop applications with web tools. Online access is a great way to facilitate communication between publishers and congregations, but since unexpected events/unforeseen occurrence can overtake us all (Eccl. 9:11), we wanted to make sure that your congregation would be able to continue managing its territories in the unlikely event that the web server would be unavailable, or that the situation or laws in your country regarding online data storage would change. The desktop part of the application and built-in functions allows you to protect your information.
---
Evaluation result:
QR code brings you to multi-terr website, not google map (unusable to get direction to location)
---
Can we upload territory assignment history ?
....
House-to-house record management ?
...
Can we have secondary login for assistant ?
...
---
Evaluation result:
QR code brings you to multi-terr website, not google map (unusable to get direction to location)
---
Can we upload territory assignment history ?
....
House-to-house record management ?
...
Can we have secondary login for assistant ?
...
Sunday, November 3, 2019
Transcribing video/audio in language not supported by Youtube automatic captioning
aka. speech to text
If you do not want to use secondary device (eg. smartphone) as playback device, then use virtual audio cable such as Virtual Audio Cable (it has trial sound/noise added?) or VB Audio VoiceMeter
Then Set "virtual audio driver" as Default "playback" AND "recording" device
Then use Google Docs' "Voice Typing" feature (downside: browser page must stay opened/focused during playback/transcribing process) or speech-to-text online services (Google search keyword: free|unlimited speech to text|api language|indonesia)
One that has been tested OK: Voice Notepad
If you do not want to use secondary device (eg. smartphone) as playback device, then use virtual audio cable such as Virtual Audio Cable (it has trial sound/noise added?) or VB Audio VoiceMeter
Then Set "virtual audio driver" as Default "playback" AND "recording" device
Then use Google Docs' "Voice Typing" feature (downside: browser page must stay opened/focused during playback/transcribing process) or speech-to-text online services (Google search keyword: free|unlimited speech to text|api language|indonesia)
One that has been tested OK: Voice Notepad
Thursday, September 12, 2019
Convert video to GIF
(Kawping) How to Make a GIF from YouTube Video 24 NOVEMBER 2018
Kapwing supports any video that is shorter than 30 mins and smaller than 300 MB.
Kapwing supports any video that is shorter than 30 mins and smaller than 300 MB.
Tuesday, September 10, 2019
One Note related
How to Add Borders Around Images or Photos in Microsoft OneNote JUNE 19, 2018
can copy an image into OneNote first, select the image, and then choose to insert a 1x1 table
can copy an image into OneNote first, select the image, and then choose to insert a 1x1 table
Sunday, September 1, 2019
Project: Obtain list of businesses on certain street
Yellow Pages Surabaya 2020 (image, not text)
- Types of places:
coffee near central park. - Narrow your results by using the city and state:
groceries in atlanta, ga. - Narrow your results by using a zip code:
gas in 94131. - Find an intersection:
23rd and mission. - Address, city, state, country, or airport:
1600 amphitheater parkway mountain view ca,LAX,Los Angeles Airport, orMount Everest, Nepal. - Latitude and longitude coordinates:
41.40338,2.17403.
---
There is just too much information for Google to show everything. This is why algorithms make decisions as to what to show based on many factors, with a primary one being what the user has searched.
keyword example: business raya kupang indah
Tested OK procedure:
a. Download sample task (.otd file is suffice): Scrape Google Maps by Octoparse
b. Import it to Octoparse (tested with version 7.3)
c. Modify its setting to use browser "Firefox 45.0"
d. Modify "Pagination" to use correct element (create another testing task to obtain the right element)
Another old tutorial (has NOT been tested) :
Web Scraping Hotel Information from Google Maps - January 12, 2017
Related:You're pretty much out of (free) luck with what you're trying to do.
There is no free API that will return that information. This type of
information is extremely valuable and will set you back a fortune if
you pursue this with a commercial direct mail provider. The best you
could do is get things like street names or even address ranges and
that's only if you're looking in the US. If that's the case, look at
the Census Tiger database. It contains all the (well, most) streets
and their address ranges in the US. There's some data for Canada as
well but that's another database.
That's about the best you'll be able to do for free.
Solutions mentioned :
Google Maps Crawler by Botsol
- NO Phone on free version
Experience:
you must perform search from within Google Maps first, then this program will extract the search result
Example of search string: "on Darmo Permai"
Wednesday, August 28, 2019
Video/audio editing related
How to remove vocal from a music/song VIDEO ?
Extract audio first using VLC :
then use solution described on this video :
How remove echo from mkv video file
- Extract audio component using MKVToolNix
- Remove echo from extracted audio using Audacity: Remove vocals to mono
(export audio to mp3)
- Merge back mp3 to original mkv using MKVToolNix (uncheck original audio sub component)
Note: audio from resulted mkv can be heard when played with VLC but not when using Windows player
Can't change output device :
Why won't it let me change the sound output device on Audacity? July 8, 2016
You need to stop it completely
where it says "MME", try selecting a different option, and then selecting the headphone output.
(2016) Can we determine original "Sales Line"."Shipment Date" after Sales Order got fully posted ?
from Planned Shipment Date Field [on Sales Shipment Line table] :
The program copies the contents of this field from the Planned Shipment Date field in the Sales Line table.
and from dates relate to sales order :
Shipment Date + Outbound Whse. Handling Time = Planned Shipment Date
* Outbound Whse. Handling Time can be found on Location card
we can conclude that user inputted (original) "Shipment Date" can be determined by substracting Outbound Whse. Handling Time from "Sales Shipment Line"."Planned Shipment Date"
The program copies the contents of this field from the Planned Shipment Date field in the Sales Line table.
and from dates relate to sales order :
Shipment Date + Outbound Whse. Handling Time = Planned Shipment Date
* Outbound Whse. Handling Time can be found on Location card
we can conclude that user inputted (original) "Shipment Date" can be determined by substracting Outbound Whse. Handling Time from "Sales Shipment Line"."Planned Shipment Date"
Terkait :
Penjelasan tentang tanggal-tanggal yang ada di Sales Order.
UPDATE
Bila log modification utk [Sales Line].[Shipment Date] aktif, paling gampang ya lihat Change Log !
Thursday, August 15, 2019
ffmpeg related
AWB to MP3 :
ffmpeg -i amr-wb.amr amr-wb.mp3
Merge/join/concatenate multiple mp4 video files: ffmpeg concat command error
example: ffmpeg -f concat -safe 0 -i concat.txt -c copy concat.mp4
the file names in the list have to be specially formatted to look like:
file '/path/to/file1.wav' (doesn't accept spaces and double quotes!)
Convert .3gpp file to .mp3
ffmpeg -i recording.3gpp output.mp3
ffmpeg -i concat.mp4 -vn -ac 2 -ar 44100 -ab 320k -f mp3 concat.mp3
Combine mp3 with mp4 :
ffmpeg -i video.mp4 -i genaudio.mp3 -map 0:v -map 1:a -c:v copy -c:a copy output.mp4 -yffmpeg -i "concat.mp3" -f image2 -loop 1 -r 2 -i "static.jpeg" -shortest -c:a copy -c:v libx264 -vf "pad=ceil(iw/2)*2:ceil(ih/2)*2" -crf 23 -preset veryfast static.mp4
References :
Join Audio and Image -> Output as Video using FFmpeg
FFMPEG (libx264) “height not divisible by 2”
Alternatif syntax dari openAI :
ffmpeg -loop 1 -i "C:\image.jpg" -i "c:\audio.mp3" -c:a copy -c:v libx264 -shortest static.mp4
Online: Audio to Video: Create MP4 Music Video (Free) (onlineconverter.com)
File audio .AAC dengan still-image .PNG :
File audio .AAC dengan still-image .PNG :
ffmpeg -loop 1 -framerate 1 -i solid_black.png -i fwd.aac -map 0 -map 1:a -c:v libx264 -preset ultrafast -tune stillimage -vf fps=10,format=yuv420p -c:a aac -strict -2 -shortest output.mp4
Easier to use:
One Image Music Video
Free web service to combine one image with one audio (MP3) file to make a MP4 video.
(HAVEN'T TRIED IT YET): TOVID.IO
Convert mp3 and image to video online and publish to YouTube or download
Related:
Create image file to be merged: CONVERT TEXT TO IMAGE
Easier to use:
One Image Music Video
Free web service to combine one image with one audio (MP3) file to make a MP4 video.
(HAVEN'T TRIED IT YET): TOVID.IO
Convert mp3 and image to video online and publish to YouTube or download
Related:
Create image file to be merged: CONVERT TEXT TO IMAGE
Monday, August 12, 2019
Ibadah Pagi M. Stephen Lett: Kejarlah Kasih (1 Yohanes 3:18)
Ayat harian dan komentar dari
Menara Pengawal hari ini menganjurkan kita untuk berupaya
menunjukkan kasih kepada orang lain, terutama kepada
saudara-saudari kita. Jadi, mari kita bahas tema:
”Kejarlah Kasih”. Ungkapan ini muncul tiga kali di dalam Alkitab. Mengapa kata ’kejar’ sangat cocok? Karena ini artinya, berlari untuk
menyusul atau menangkap. Ini bisa digambarkan seperti seorang
anak kecil yang mengejar seekor kupu-kupu. Dia berlari untuk menyusul dan
berusaha keras untuk menangkapnya. Nah, apa yang kupu-kupu itu lakukan? Kupu-kupunya terbang menjauh. Kalau kita renungkan, sebenarnya
kasih mirip dengan kupu-kupu itu. Kasih seperti berusaha menjauh dari
kita, jadi kita perlu mengejarnya. Tapi, mengapa? Alasan utamanya adalah karena kita
mewarisi ketidaksempurnaan. Kejadian 1 ayat 27 mengatakan
bahwa Adam diciptakan mirip dengan Yehuwa. Adam bisa mencerminkan Yehuwa
dan sifat-sifat-Nya dengan sempurna. Tapi waktu Adam berdosa,
dia menjadi tidak sempurna. Dia tidak lagi bisa mencerminkan
Yehuwa dan sifat-sifat Allah secara sempurna. Ini bisa digambarkan seperti cermin yang menipu. Cermin seperti itu bisa membuat kita
kelihatan sangat tinggi, sangat pendek, sangat gemuk, atau sangat kurus. Nah, seperti itu juga, Adam menjadi
cerminan yang tidak sempurna dari Yehuwa dan sifat-sifat-Nya. Kita pun mewarisi ketidaksempurnaan itu. Kita harus mengejar kasih karena kita
tidak bisa mencerminkan Yehuwa dengan sempurna. Tapi sekarang coba Saudara pikirkan, apakah Yehuwa perlu mengejar kasih? Pertanyaan yang sulit ya. Apakah Yehuwa seolah-olah perlu
menangkap kasih? Tidak. 1 Yohanes 4:8 berkata, ”Allah adalah kasih.” Yehuwa tidak perlu berjuang untuk
menunjukkan kasih. Dia bisa melakukannya dengan mudah. Yehuwa seperti memancarkan kasih. Tapi kita berbeda. Karena tidak sempurna, kasih bukan
lagi sifat bawaan kita. Itu sesuatu yang harus kita kejar. Nah sekarang pertanyaannya,
bagaimana kita bisa mengejar kasih? Jawabannya ada di seluruh Alkitab, tapi khususnya di 1 Korintus 13 ayat 4-8. Lima ayat ini menjelaskan 16 cara
untuk menunjukkan kasih. Ada 9 hal yang tidak boleh kita
lakukan dan 7 hal yang harus dilakukan. Kalau kita perhatikan 16 hal ini, kita
akan mengerti bagaimana caranya menunjukkan
kasih dengan benar. Kita tidak akan merasa bingung atau
punya pengertian yang salah tentang cara melakukannya. Sekarang, kita akan membahas apa saja yang tidak akan dilakukan
oleh orang yang memiliki kasih. Pertama, ”orang yang punya kasih itu ... tidak iri hati.” Catatan kakinya, tidak cemburu. Di Alkitab, kata cemburu punya
makna yang baik dan yang buruk. Kalau maknanya baik, itu memaksudkan semangat. Tapi tentu di sini, Yehuwa
menggunakan kata cemburu yang maknanya buruk, yaitu rasa iri. Orang yang iri tidak senang kalau
orang lain menikmati hal baik. Ini lebih buruk daripada kemarahan. Kemarahan bisa tiba-tiba muncul dan
bisa cepat hilang. Sebaliknya, perasaan iri bisa berurat
berakar untuk waktu yang lama. Di Amsal 14:30 rasa iri bisa
seolah-olah masuk sampai ke tulang. Nah, bagaimana kita bisa menghindari rasa iri dan mengejar kasih meskipun itu tidak mudah? Kita perlu berdoa meminta bantuan
Yehuwa dan melakukan apa yang dicatat di Roma pasal 12. Mari baca bersama apa yang Yehuwa
katakan di ayat 15, ”Bergembiralah bersama orang yang bergembira, dan menangislah bersama orang
yang menangis.” Coba pikirkan mana yang lebih sulit. Biasanya, mudah ya untuk menangis
bersama orang yang menangis? Mungkin ada yang baru tahu dia sakit
kanker, atau orang yang dia sayangi meninggal. Kita ikut sedih. Tapi, kadang sulit untuk bergembira
bersama orang yang bergembira. Mereka mungkin menerima atau
mengalami suatu hal yang baik. Tapi kita tidak. Sebagai contoh, ada seorang penatua
yang sangat senang karena dia diberi sebuah tugas di
kebaktian regional. Kita sudah lama ingin mendapat
tugas itu, tapi kita tidak menerimanya. Apakah kita akan bergembira
bersama saudara kita yang sedang bergembira ini? Dan, bukan hanya pura-pura bahagia
padahal dalam hati kita iri. Dengan bantuan Yehuwa, kita bisa
benar-benar bergembira bersama dia. Kita bisa berupaya mengubah sikap kita. Sebenarnya, satu-satunya perasaan
yang lebih kuat daripada iri hati adalah kasih. Kita bisa hancurkan perasaan iri dengan kasih. Selanjutnya, ”orang yang punya
kasih ... tidak membanggakan diri.” Kalau kita mengejar kasih, kita akan
berupaya keras untuk tidak meninggikan diri kita
waktu berbicara. Kita tidak akan sering menggunakan
kata ”saya” atau ”aku” Kita tidak mau menganggap diri kita terlalu penting. Jadi kita mengarahkan perhatian
kepada orang lain dan terutama kepada Allah kita, Yehuwa. Lalu, ”orang yang punya kasih...
tidak menjadi sombong.” Ini ada hubungannya dengan membanggakan diri. Karena biasanya orang yang
sombong suka membanggakan diri, kan? Tapi menurut Saudara, apakah mungkin menjadi sombong
tapi tidak membanggakan diri? Ya! Kita bisa menganggap diri kita terlalu penting tapi tidak menunjukkannya lewat
kata-kata atau tindakan kita. Tapi mengapa sikap ini juga tidak pengasih? Karena orang lain bisa merasakannya. Sikap itu akan tetap kelihatan dengan
satu atau lain cara. Dan ini tidak membangun tapi
menjatuhkan orang lain. Yehuwa bisa lihat sikap itu dalam hati kita dan Dia tidak akan memberkati kita. Jadi, ini yang Yehuwa ingin kita lakukan. Mari kita baca Roma pasal 12, kali ini ayat yang ketiga. Yehuwa mengatakan,
”Saya memberi tahu kalian semua agar tidak menilai diri kalian lebih
tinggi daripada yang sebenarnya.” Jadi Yehuwa berkata bahwa kita
bahkan tidak boleh menilai atau berpikir seperti itu tentang diri
kita sendiri. Kita harus rendah hati. Berikutnya, ”orang yang punya
kasih ... tidak berlaku tidak sopan.” Nah, ada perbuatan tidak sopan yang
parah, misalnya perbuatan cabul. Tapi ada juga yang tidak terlalu parah, misalnya kurang sopan santun. Kita pasti tidak mau bersikap
kurang sopan, bukan? Terutama sebagai anggota Betel, kita
mau menunjukkan sopan santun dengan sering mengucapkan kata
”terima kasih” dan ”tolong”. Kita juga membukakan pintu untuk orang lain, selain itu kita bisa membiarkan
orang lain memilih lebih dulu. Kalau kita bertemu dengan saudara-saudari kita di lorong, kita menyapa mereka dengan hangat. Kita tidak mau terlalu sibuk dengan
alat elektronik kita. Jadi kita bersikap sopan waktu
berhubungan dengan mereka. Kemudian, ”orang yang punya kasih ... tidak cepat marah.” Nah, misalnya, kita sedang menyetir mobil. Saat lampu lalu lintasnya merah, kita berhenti. Begitu lampunya hijau, orang di
belakang kita membunyikan klakson, dan menyuruh kita cepat maju. Apakah ini membuat kita jadi marah? Apakah kita malah sengaja
berlambat-lambat untuk membalas orang itu? Ingatlah, orang yang punya kasih
tidak cepat marah. Satu hal lagi, ”orang yang punya
kasih ... tidak menyimpan kekesalan.” Apakah ini artinya kita harus
benar-benar melupakan hal buruk yang orang lain lakukan kepada kita? Tidak. Catatan kaki ayat itu menulis, kita ”tidak mencatat kerugian.” Jadi kita seolah-olah menghapus
utang mereka kepada kita. Kita mungkin ingat apa yang mereka lakukan, tapi dalam hati, kita sudah memaafkan. Kita sudah hapus utangnya. Kita sudah bahas 6 cara untuk
menunjukkan kasih. Nah, ada PR untuk Saudara. Silakan cari tahu lebih banyak
tentang 10 hal sisanya. Tapi jelas, kita memang harus
mengejar kasih. Semua cara untuk menunjukkan
kasih yang tadi kita bahas tidak mudah untuk dilakukan. Seperti kupu-kupu tadi berusaha
menjauh dari anak kecil, kasih berusaha menjauh dari kita. Tapi dengan bantuan Yehuwa, kita bisa mengejarnya. Kita harus terus lakukan itu. Sampai kapan? Sampai kita menjadi sempurna dan
tidak perlu lagi mengejar kasih. Seperti Yehuwa dan Yesus, kita bisa
menunjukkan kasih dengan mudah. Tapi sampai itu terjadi, 1 Korintus 13: 4-8 menunjukkan
caranya kita bisa mengejar kasih.
Menara Pengawal hari ini menganjurkan kita untuk berupaya
menunjukkan kasih kepada orang lain, terutama kepada
saudara-saudari kita. Jadi, mari kita bahas tema:
”Kejarlah Kasih”. Ungkapan ini muncul tiga kali di dalam Alkitab. Mengapa kata ’kejar’ sangat cocok? Karena ini artinya, berlari untuk
menyusul atau menangkap. Ini bisa digambarkan seperti seorang
anak kecil yang mengejar seekor kupu-kupu. Dia berlari untuk menyusul dan
berusaha keras untuk menangkapnya. Nah, apa yang kupu-kupu itu lakukan? Kupu-kupunya terbang menjauh. Kalau kita renungkan, sebenarnya
kasih mirip dengan kupu-kupu itu. Kasih seperti berusaha menjauh dari
kita, jadi kita perlu mengejarnya. Tapi, mengapa? Alasan utamanya adalah karena kita
mewarisi ketidaksempurnaan. Kejadian 1 ayat 27 mengatakan
bahwa Adam diciptakan mirip dengan Yehuwa. Adam bisa mencerminkan Yehuwa
dan sifat-sifat-Nya dengan sempurna. Tapi waktu Adam berdosa,
dia menjadi tidak sempurna. Dia tidak lagi bisa mencerminkan
Yehuwa dan sifat-sifat Allah secara sempurna. Ini bisa digambarkan seperti cermin yang menipu. Cermin seperti itu bisa membuat kita
kelihatan sangat tinggi, sangat pendek, sangat gemuk, atau sangat kurus. Nah, seperti itu juga, Adam menjadi
cerminan yang tidak sempurna dari Yehuwa dan sifat-sifat-Nya. Kita pun mewarisi ketidaksempurnaan itu. Kita harus mengejar kasih karena kita
tidak bisa mencerminkan Yehuwa dengan sempurna. Tapi sekarang coba Saudara pikirkan, apakah Yehuwa perlu mengejar kasih? Pertanyaan yang sulit ya. Apakah Yehuwa seolah-olah perlu
menangkap kasih? Tidak. 1 Yohanes 4:8 berkata, ”Allah adalah kasih.” Yehuwa tidak perlu berjuang untuk
menunjukkan kasih. Dia bisa melakukannya dengan mudah. Yehuwa seperti memancarkan kasih. Tapi kita berbeda. Karena tidak sempurna, kasih bukan
lagi sifat bawaan kita. Itu sesuatu yang harus kita kejar. Nah sekarang pertanyaannya,
bagaimana kita bisa mengejar kasih? Jawabannya ada di seluruh Alkitab, tapi khususnya di 1 Korintus 13 ayat 4-8. Lima ayat ini menjelaskan 16 cara
untuk menunjukkan kasih. Ada 9 hal yang tidak boleh kita
lakukan dan 7 hal yang harus dilakukan. Kalau kita perhatikan 16 hal ini, kita
akan mengerti bagaimana caranya menunjukkan
kasih dengan benar. Kita tidak akan merasa bingung atau
punya pengertian yang salah tentang cara melakukannya. Sekarang, kita akan membahas apa saja yang tidak akan dilakukan
oleh orang yang memiliki kasih. Pertama, ”orang yang punya kasih itu ... tidak iri hati.” Catatan kakinya, tidak cemburu. Di Alkitab, kata cemburu punya
makna yang baik dan yang buruk. Kalau maknanya baik, itu memaksudkan semangat. Tapi tentu di sini, Yehuwa
menggunakan kata cemburu yang maknanya buruk, yaitu rasa iri. Orang yang iri tidak senang kalau
orang lain menikmati hal baik. Ini lebih buruk daripada kemarahan. Kemarahan bisa tiba-tiba muncul dan
bisa cepat hilang. Sebaliknya, perasaan iri bisa berurat
berakar untuk waktu yang lama. Di Amsal 14:30 rasa iri bisa
seolah-olah masuk sampai ke tulang. Nah, bagaimana kita bisa menghindari rasa iri dan mengejar kasih meskipun itu tidak mudah? Kita perlu berdoa meminta bantuan
Yehuwa dan melakukan apa yang dicatat di Roma pasal 12. Mari baca bersama apa yang Yehuwa
katakan di ayat 15, ”Bergembiralah bersama orang yang bergembira, dan menangislah bersama orang
yang menangis.” Coba pikirkan mana yang lebih sulit. Biasanya, mudah ya untuk menangis
bersama orang yang menangis? Mungkin ada yang baru tahu dia sakit
kanker, atau orang yang dia sayangi meninggal. Kita ikut sedih. Tapi, kadang sulit untuk bergembira
bersama orang yang bergembira. Mereka mungkin menerima atau
mengalami suatu hal yang baik. Tapi kita tidak. Sebagai contoh, ada seorang penatua
yang sangat senang karena dia diberi sebuah tugas di
kebaktian regional. Kita sudah lama ingin mendapat
tugas itu, tapi kita tidak menerimanya. Apakah kita akan bergembira
bersama saudara kita yang sedang bergembira ini? Dan, bukan hanya pura-pura bahagia
padahal dalam hati kita iri. Dengan bantuan Yehuwa, kita bisa
benar-benar bergembira bersama dia. Kita bisa berupaya mengubah sikap kita. Sebenarnya, satu-satunya perasaan
yang lebih kuat daripada iri hati adalah kasih. Kita bisa hancurkan perasaan iri dengan kasih. Selanjutnya, ”orang yang punya
kasih ... tidak membanggakan diri.” Kalau kita mengejar kasih, kita akan
berupaya keras untuk tidak meninggikan diri kita
waktu berbicara. Kita tidak akan sering menggunakan
kata ”saya” atau ”aku” Kita tidak mau menganggap diri kita terlalu penting. Jadi kita mengarahkan perhatian
kepada orang lain dan terutama kepada Allah kita, Yehuwa. Lalu, ”orang yang punya kasih...
tidak menjadi sombong.” Ini ada hubungannya dengan membanggakan diri. Karena biasanya orang yang
sombong suka membanggakan diri, kan? Tapi menurut Saudara, apakah mungkin menjadi sombong
tapi tidak membanggakan diri? Ya! Kita bisa menganggap diri kita terlalu penting tapi tidak menunjukkannya lewat
kata-kata atau tindakan kita. Tapi mengapa sikap ini juga tidak pengasih? Karena orang lain bisa merasakannya. Sikap itu akan tetap kelihatan dengan
satu atau lain cara. Dan ini tidak membangun tapi
menjatuhkan orang lain. Yehuwa bisa lihat sikap itu dalam hati kita dan Dia tidak akan memberkati kita. Jadi, ini yang Yehuwa ingin kita lakukan. Mari kita baca Roma pasal 12, kali ini ayat yang ketiga. Yehuwa mengatakan,
”Saya memberi tahu kalian semua agar tidak menilai diri kalian lebih
tinggi daripada yang sebenarnya.” Jadi Yehuwa berkata bahwa kita
bahkan tidak boleh menilai atau berpikir seperti itu tentang diri
kita sendiri. Kita harus rendah hati. Berikutnya, ”orang yang punya
kasih ... tidak berlaku tidak sopan.” Nah, ada perbuatan tidak sopan yang
parah, misalnya perbuatan cabul. Tapi ada juga yang tidak terlalu parah, misalnya kurang sopan santun. Kita pasti tidak mau bersikap
kurang sopan, bukan? Terutama sebagai anggota Betel, kita
mau menunjukkan sopan santun dengan sering mengucapkan kata
”terima kasih” dan ”tolong”. Kita juga membukakan pintu untuk orang lain, selain itu kita bisa membiarkan
orang lain memilih lebih dulu. Kalau kita bertemu dengan saudara-saudari kita di lorong, kita menyapa mereka dengan hangat. Kita tidak mau terlalu sibuk dengan
alat elektronik kita. Jadi kita bersikap sopan waktu
berhubungan dengan mereka. Kemudian, ”orang yang punya kasih ... tidak cepat marah.” Nah, misalnya, kita sedang menyetir mobil. Saat lampu lalu lintasnya merah, kita berhenti. Begitu lampunya hijau, orang di
belakang kita membunyikan klakson, dan menyuruh kita cepat maju. Apakah ini membuat kita jadi marah? Apakah kita malah sengaja
berlambat-lambat untuk membalas orang itu? Ingatlah, orang yang punya kasih
tidak cepat marah. Satu hal lagi, ”orang yang punya
kasih ... tidak menyimpan kekesalan.” Apakah ini artinya kita harus
benar-benar melupakan hal buruk yang orang lain lakukan kepada kita? Tidak. Catatan kaki ayat itu menulis, kita ”tidak mencatat kerugian.” Jadi kita seolah-olah menghapus
utang mereka kepada kita. Kita mungkin ingat apa yang mereka lakukan, tapi dalam hati, kita sudah memaafkan. Kita sudah hapus utangnya. Kita sudah bahas 6 cara untuk
menunjukkan kasih. Nah, ada PR untuk Saudara. Silakan cari tahu lebih banyak
tentang 10 hal sisanya. Tapi jelas, kita memang harus
mengejar kasih. Semua cara untuk menunjukkan
kasih yang tadi kita bahas tidak mudah untuk dilakukan. Seperti kupu-kupu tadi berusaha
menjauh dari anak kecil, kasih berusaha menjauh dari kita. Tapi dengan bantuan Yehuwa, kita bisa mengejarnya. Kita harus terus lakukan itu. Sampai kapan? Sampai kita menjadi sempurna dan
tidak perlu lagi mengejar kasih. Seperti Yehuwa dan Yesus, kita bisa
menunjukkan kasih dengan mudah. Tapi sampai itu terjadi, 1 Korintus 13: 4-8 menunjukkan
caranya kita bisa mengejar kasih.
Sunday, August 11, 2019
Ibadah Pagi Alex Reinmueller: Pandangan yang Seimbang Terhadap Perasaan Bersalah (2 Sam. 12:13)
Seorang saudara merasa bersalah karena
hal-hal yang dia lakukan sebelum dibaptis. Seorang ayah merasa bersalah karena
anaknya meninggalkan kebenaran. Seorang saudari merasa bersalah karena
menceraikan suaminya yang tidak setia. Apa persamaannya? Mereka semua merasakan perasaan
bersalah yang tidak perlu. Ada seorang komedian yang bilang, ”Agama itu terdiri dari perasaan bersalah
dan hari-hari raya.” Mengapa orang yang beragama
sering merasa bersalah? Apakah itu ada manfaatnya? Alkitab mengaitkan perasaan bersalah
dengan hukum, dosa, dan pelanggaran. Mari kita buka Galatia 3:19, dan perhatikan apa pengaruh Hukum Musa
terhadap orang-orang Israel. Paulus berkata,
”Jadi, untuk apa hukum Taurat itu? Hukum itu ditambahkan untuk menunjukkan
adanya pelanggaran.” Jadi setiap hari, hukum Taurat mengingatkan
hamba Allah bahwa mereka berdosa. Hukum Yehuwa itu sempurna, dan tidak ada
yang bisa menaati itu sepenuhnya. Jadi, orang Israel tidak bisa lepas dari
perasaan bersalah. Nah, mengapa Yehuwa memberi hukum untuk
membuat mereka merasa bersalah? Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, kita memang seharusnya merasa
bersalah kalau melakukan kesalahan. Kita jadi ingat bahwa Yehuwa adalah Penguasa
Alam Semesta dan standar-Nya selalu benar. Ini juga menunjukkan bahwa hati nurani
kita bekerja dengan baik. Yang kedua, terus terang, kadang
kita memang belum berbuat salah, tapi kita mungkin ingin melakukannya. Pada saat seperti itu, perasaan bersalah
bisa membantu kita. Itu seperti rasa sakit yang tubuh kita rasakan yang bisa menyadarkan kita untuk mencari
pengobatan sebelum terlambat. Begitu juga, perasaan bersalah
bisa menyadarkan kita akan bahaya moral dan rohani
yang perlu kita hindari. Dan yang terakhir, kalau seseorang mengakui kesalahannya,
ini akan membantu dia dan orang yang dia sakiti. Dia bisa merasa lega karena Yehuwa
mengampuni dia. Dan karena dia rela meminta maaf, orang yang dia sakiti pun bisa merasa dikasihi. Sayangnya, kita bisa merasa bersalah
meski tidak berbuat salah. Perasaan bersalah yang tidak perlu ini sering
membuat orang-orang merasa tertekan dan menghukum diri mereka sendiri. Jadi, mari kita bahas tiga situasi di mana
perasaan bersalah yang tidak perlu bisa membuat kita merasa tidak berdaya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk
menyingkirkannya. Situasi yang pertama adalah saat kita
terus-menerus merasa bersalah karena kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita sudah bertobat dan bahkan sudah diampuni, tapi kita tetap tidak bisa memaafkan diri sendiri. Jadi kita pikirkan itu terus, dan kita mulai kehilangan sukacita
serta semangat. Apa yang bisa kita lakukan? Coba ingat Rasul Paulus. Kadang, kesalahannya di masa lalu
membuat dia sedih. Bagaimana dia mengatasinya? Jawabannya ada di 1 Korintus 15:9, 10. Sebelum dibaptis, Paulus menganiaya
saudara-saudara Kristus. Dia bahkan menyetujui pembunuhan Stefanus. Coba bayangkan bagaimana perasaan Paulus
saat dia teringat akan hal-hal itu. Perhatikan apa yang dia katakan di ayat 9. ”Saya ini paling rendah di antara semua rasul,
dan tidak pantas disebut rasul, karena saya dulu menganiaya sidang jemaat Allah.” Nah seperti Paulus, kalau Saudara
punya tanggung jawab di sidang, perasaan tidak berharga seperti ini bisa
membuat Saudara kecil hati. Setan berusaha membuat Saudara ragu apakah Yehuwa masih senang kepada Saudara. Dia sering melakukan ini saat Saudara dalam keadaan yang paling lemah, yaitu saat Saudara sedang merasa kecil hati
karena kesalahan Saudara. Tapi Paulus tidak membiarkan perasaan ini
mengalahkan dia. Dia tidak menyerah. Perhatikan ayat 10, ”Saya bisa seperti sekarang karena kebaikan
hati Allah yang luar biasa. Kebaikan hati-Nya kepada saya itu tidak sia-sia, karena saya bekerja lebih keras
daripada mereka semua. Meski begitu, semua ini bukan karena upaya saya,
tapi karena kebaikan hati Allah kepada saya.” Jadi Paulus tahu Yehuwa mau menerima
dia apa adanya. Paulus juga tahu bahwa dia tidak bisa
mengubah masa lalunya, meski dia sangat ingin melakukan itu. Dia menerima kebaikan hati Allah yang luar biasa dan mau digunakan oleh Yehuwa. Seperti Paulus, kita sudah bertobat dari dosa-dosa kita. Dan, kita sudah berbicara kepada
para penatua jika perlu. Jadi kita juga bisa yakin bahwa Yehuwa
akan berbelaskasihan kepada kita. Mengapa? Karena Yehuwa berjanji
Dia akan mengampuni dengan murah hati. Kita bisa yakin Yehuwa sudah
benar-benar mengampuni kita. Nah, sekarang situasi kedua yang bisa jadi
membuat kita merasa bersalah. Kita mungkin merasa bersalah karena berpikir
seharusnya kita bisa berbuat lebih banyak untuk membantu orang lain. Mereka yang merawat orang lain
sering merasa seperti ini. Mereka kadang merasa bersalah, meski sudah berbuat sebisa-bisanya. Seorang saudari yang merawat orang tuanya
yang sudah lanjut usia berkata, ”Sulit sekali untuk bilang ke mereka bahwa saya
tidak bisa lagi merawat mereka sendirian.” Kalau kita merasa seperti itu, apa yang bisa membantu? Menurut Pengkhotbah 7:16, ada hal yang tidak boleh kita lakukan. ”Jangan terlalu saleh, atau menunjukkan dirimu luar biasa berhikmat, supaya kamu tidak menghancurkan dirimu sendiri.” Dengan kata lain, jangan jadi orang yang perfeksionis. Kalau tidak hati-hati, keinginan kita
untuk melakukan yang terbaik bisa berubah menjadi keinginan yang
tidak masuk akal. Kita jadi ingin melakukan semuanya
dengan sempurna. Kalau kita berusaha untuk berbuat lebih dari
apa yang bisa atau harus kita lakukan, kita akan gagal dan kecewa. Misalnya, ada yang berpikir bahwa dengan
merawat orang tua, mereka bisa membalas semua kebaikan
orang tua mereka. Tapi, kalau kita berpikir seperti itu, kita akan selalu merasa bersalah karena kita tidak bisa benar-benar membalas
semua kebaikan orang tua kita. Kalau kita merawat mereka hanya karena
merasa bersalah, kita akan kelelahan dan malah tidak bisa merawat mereka
dengan baik. Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa minta bantuan dari anggota
keluarga, teman, tetangga, atau bahkan menggunakan jasa perawat. Tapi kita harus mau meminta bantuan, dan kita perlu terus terang saat melakukannya. Jangan merasa sungkan. Sebenarnya, mungkin kita tidak sadar bahwa
ada banyak orang yang mau membantu kita kalau kita minta bantuan mereka. Dan situasi yang terakhir, kita mungkin merasa bersalah karena kita
merasa telah melakukan suatu kesalahan yang sebenarnya tidak kita lakukan. Misalnya, putri saudari Theresa meninggal
karena kecelakaan lalu lintas. Saudari Theresa bilang, ”Saya merasa bersalah karena saya minta
tolong dia untuk pergi malam itu.” Ada juga saudari lain yang bilang,
”Waktu bercerai, kita bisa merasa sangat bersalah meski sebenarnya bukan kita
penyebab perceraiannya.” Apa yang bisa kita lakukan jika kita punya
perasaan seperti itu? Pertama, jangan pendam perasaan itu sendirian. Ceritakan kepada teman yang mau mendengarkan. Percayalah kepada mereka kalau mereka bilang
bahwa perasaan bersalah kita itu wajar, khususnya sewaktu kita berduka. Lalu yang kedua, ingatlah bahwa kita tidak bisa
mengatur kehidupan orang lain, meski kita sangat menyayangi dia. Ingat apa yang dikatakan Pengkhotbah 9:11. Ini berlaku untuk kita semua. ”Aku melihat hal lain lagi di bawah matahari,
bahwa yang cepat tidak selalu menang lomba, yang kuat tidak selalu menang perang,
yang berhikmat tidak selalu punya makanan, yang pintar tidak selalu menjadi kaya, dan yang punya pengetahuan tidak
selalu menjadi sukses, karena semuanya terpengaruh oleh waktu
dan kejadian yang tidak terduga.” Jadi, ada hal-hal yang berada di luar kendali kita dan ini bukan salah kita. Jangan cepat-cepat merasa bersalah. Belum tentu itu kesalahan kita. Bicaralah kepada seorang teman yang bisa dipercaya dan berfokuslah pada masa depan. Kalau kita terus memikirkan hal-hal
yang tidak bisa kita ubah, kita akan terus merasa bersalah. Jangan biarkan perasaan bersalah
yang tidak perlu mengendalikan hidup Saudara. Jadi kesimpulannya, perasaan bersalah bisa dan
seharusnya menggerakkan kita untuk mengakui kesalahan dan bertobat. Tapi perasaan bersalah yang
tidak perlu itu berbahaya karena bisa membuat kita merasa tidak berdaya dan kita pun tidak bisa memberikan yang
terbaik untuk Yehuwa. Jangan biarkan itu terjadi. Berfokuslah pada apa yang bisa
kita lakukan sekarang dan berkat-berkat di masa depan.
hal-hal yang dia lakukan sebelum dibaptis. Seorang ayah merasa bersalah karena
anaknya meninggalkan kebenaran. Seorang saudari merasa bersalah karena
menceraikan suaminya yang tidak setia. Apa persamaannya? Mereka semua merasakan perasaan
bersalah yang tidak perlu. Ada seorang komedian yang bilang, ”Agama itu terdiri dari perasaan bersalah
dan hari-hari raya.” Mengapa orang yang beragama
sering merasa bersalah? Apakah itu ada manfaatnya? Alkitab mengaitkan perasaan bersalah
dengan hukum, dosa, dan pelanggaran. Mari kita buka Galatia 3:19, dan perhatikan apa pengaruh Hukum Musa
terhadap orang-orang Israel. Paulus berkata,
”Jadi, untuk apa hukum Taurat itu? Hukum itu ditambahkan untuk menunjukkan
adanya pelanggaran.” Jadi setiap hari, hukum Taurat mengingatkan
hamba Allah bahwa mereka berdosa. Hukum Yehuwa itu sempurna, dan tidak ada
yang bisa menaati itu sepenuhnya. Jadi, orang Israel tidak bisa lepas dari
perasaan bersalah. Nah, mengapa Yehuwa memberi hukum untuk
membuat mereka merasa bersalah? Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, kita memang seharusnya merasa
bersalah kalau melakukan kesalahan. Kita jadi ingat bahwa Yehuwa adalah Penguasa
Alam Semesta dan standar-Nya selalu benar. Ini juga menunjukkan bahwa hati nurani
kita bekerja dengan baik. Yang kedua, terus terang, kadang
kita memang belum berbuat salah, tapi kita mungkin ingin melakukannya. Pada saat seperti itu, perasaan bersalah
bisa membantu kita. Itu seperti rasa sakit yang tubuh kita rasakan yang bisa menyadarkan kita untuk mencari
pengobatan sebelum terlambat. Begitu juga, perasaan bersalah
bisa menyadarkan kita akan bahaya moral dan rohani
yang perlu kita hindari. Dan yang terakhir, kalau seseorang mengakui kesalahannya,
ini akan membantu dia dan orang yang dia sakiti. Dia bisa merasa lega karena Yehuwa
mengampuni dia. Dan karena dia rela meminta maaf, orang yang dia sakiti pun bisa merasa dikasihi. Sayangnya, kita bisa merasa bersalah
meski tidak berbuat salah. Perasaan bersalah yang tidak perlu ini sering
membuat orang-orang merasa tertekan dan menghukum diri mereka sendiri. Jadi, mari kita bahas tiga situasi di mana
perasaan bersalah yang tidak perlu bisa membuat kita merasa tidak berdaya, dan apa yang bisa kita lakukan untuk
menyingkirkannya. Situasi yang pertama adalah saat kita
terus-menerus merasa bersalah karena kesalahan yang pernah kita lakukan. Kita sudah bertobat dan bahkan sudah diampuni, tapi kita tetap tidak bisa memaafkan diri sendiri. Jadi kita pikirkan itu terus, dan kita mulai kehilangan sukacita
serta semangat. Apa yang bisa kita lakukan? Coba ingat Rasul Paulus. Kadang, kesalahannya di masa lalu
membuat dia sedih. Bagaimana dia mengatasinya? Jawabannya ada di 1 Korintus 15:9, 10. Sebelum dibaptis, Paulus menganiaya
saudara-saudara Kristus. Dia bahkan menyetujui pembunuhan Stefanus. Coba bayangkan bagaimana perasaan Paulus
saat dia teringat akan hal-hal itu. Perhatikan apa yang dia katakan di ayat 9. ”Saya ini paling rendah di antara semua rasul,
dan tidak pantas disebut rasul, karena saya dulu menganiaya sidang jemaat Allah.” Nah seperti Paulus, kalau Saudara
punya tanggung jawab di sidang, perasaan tidak berharga seperti ini bisa
membuat Saudara kecil hati. Setan berusaha membuat Saudara ragu apakah Yehuwa masih senang kepada Saudara. Dia sering melakukan ini saat Saudara dalam keadaan yang paling lemah, yaitu saat Saudara sedang merasa kecil hati
karena kesalahan Saudara. Tapi Paulus tidak membiarkan perasaan ini
mengalahkan dia. Dia tidak menyerah. Perhatikan ayat 10, ”Saya bisa seperti sekarang karena kebaikan
hati Allah yang luar biasa. Kebaikan hati-Nya kepada saya itu tidak sia-sia, karena saya bekerja lebih keras
daripada mereka semua. Meski begitu, semua ini bukan karena upaya saya,
tapi karena kebaikan hati Allah kepada saya.” Jadi Paulus tahu Yehuwa mau menerima
dia apa adanya. Paulus juga tahu bahwa dia tidak bisa
mengubah masa lalunya, meski dia sangat ingin melakukan itu. Dia menerima kebaikan hati Allah yang luar biasa dan mau digunakan oleh Yehuwa. Seperti Paulus, kita sudah bertobat dari dosa-dosa kita. Dan, kita sudah berbicara kepada
para penatua jika perlu. Jadi kita juga bisa yakin bahwa Yehuwa
akan berbelaskasihan kepada kita. Mengapa? Karena Yehuwa berjanji
Dia akan mengampuni dengan murah hati. Kita bisa yakin Yehuwa sudah
benar-benar mengampuni kita. Nah, sekarang situasi kedua yang bisa jadi
membuat kita merasa bersalah. Kita mungkin merasa bersalah karena berpikir
seharusnya kita bisa berbuat lebih banyak untuk membantu orang lain. Mereka yang merawat orang lain
sering merasa seperti ini. Mereka kadang merasa bersalah, meski sudah berbuat sebisa-bisanya. Seorang saudari yang merawat orang tuanya
yang sudah lanjut usia berkata, ”Sulit sekali untuk bilang ke mereka bahwa saya
tidak bisa lagi merawat mereka sendirian.” Kalau kita merasa seperti itu, apa yang bisa membantu? Menurut Pengkhotbah 7:16, ada hal yang tidak boleh kita lakukan. ”Jangan terlalu saleh, atau menunjukkan dirimu luar biasa berhikmat, supaya kamu tidak menghancurkan dirimu sendiri.” Dengan kata lain, jangan jadi orang yang perfeksionis. Kalau tidak hati-hati, keinginan kita
untuk melakukan yang terbaik bisa berubah menjadi keinginan yang
tidak masuk akal. Kita jadi ingin melakukan semuanya
dengan sempurna. Kalau kita berusaha untuk berbuat lebih dari
apa yang bisa atau harus kita lakukan, kita akan gagal dan kecewa. Misalnya, ada yang berpikir bahwa dengan
merawat orang tua, mereka bisa membalas semua kebaikan
orang tua mereka. Tapi, kalau kita berpikir seperti itu, kita akan selalu merasa bersalah karena kita tidak bisa benar-benar membalas
semua kebaikan orang tua kita. Kalau kita merawat mereka hanya karena
merasa bersalah, kita akan kelelahan dan malah tidak bisa merawat mereka
dengan baik. Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa minta bantuan dari anggota
keluarga, teman, tetangga, atau bahkan menggunakan jasa perawat. Tapi kita harus mau meminta bantuan, dan kita perlu terus terang saat melakukannya. Jangan merasa sungkan. Sebenarnya, mungkin kita tidak sadar bahwa
ada banyak orang yang mau membantu kita kalau kita minta bantuan mereka. Dan situasi yang terakhir, kita mungkin merasa bersalah karena kita
merasa telah melakukan suatu kesalahan yang sebenarnya tidak kita lakukan. Misalnya, putri saudari Theresa meninggal
karena kecelakaan lalu lintas. Saudari Theresa bilang, ”Saya merasa bersalah karena saya minta
tolong dia untuk pergi malam itu.” Ada juga saudari lain yang bilang,
”Waktu bercerai, kita bisa merasa sangat bersalah meski sebenarnya bukan kita
penyebab perceraiannya.” Apa yang bisa kita lakukan jika kita punya
perasaan seperti itu? Pertama, jangan pendam perasaan itu sendirian. Ceritakan kepada teman yang mau mendengarkan. Percayalah kepada mereka kalau mereka bilang
bahwa perasaan bersalah kita itu wajar, khususnya sewaktu kita berduka. Lalu yang kedua, ingatlah bahwa kita tidak bisa
mengatur kehidupan orang lain, meski kita sangat menyayangi dia. Ingat apa yang dikatakan Pengkhotbah 9:11. Ini berlaku untuk kita semua. ”Aku melihat hal lain lagi di bawah matahari,
bahwa yang cepat tidak selalu menang lomba, yang kuat tidak selalu menang perang,
yang berhikmat tidak selalu punya makanan, yang pintar tidak selalu menjadi kaya, dan yang punya pengetahuan tidak
selalu menjadi sukses, karena semuanya terpengaruh oleh waktu
dan kejadian yang tidak terduga.” Jadi, ada hal-hal yang berada di luar kendali kita dan ini bukan salah kita. Jangan cepat-cepat merasa bersalah. Belum tentu itu kesalahan kita. Bicaralah kepada seorang teman yang bisa dipercaya dan berfokuslah pada masa depan. Kalau kita terus memikirkan hal-hal
yang tidak bisa kita ubah, kita akan terus merasa bersalah. Jangan biarkan perasaan bersalah
yang tidak perlu mengendalikan hidup Saudara. Jadi kesimpulannya, perasaan bersalah bisa dan
seharusnya menggerakkan kita untuk mengakui kesalahan dan bertobat. Tapi perasaan bersalah yang
tidak perlu itu berbahaya karena bisa membuat kita merasa tidak berdaya dan kita pun tidak bisa memberikan yang
terbaik untuk Yehuwa. Jangan biarkan itu terjadi. Berfokuslah pada apa yang bisa
kita lakukan sekarang dan berkat-berkat di masa depan.
Monday, July 29, 2019
Costing method related
Costing Method Best Practices for Dynamics NAV AUGUST 21, 2017
Average :
Note: This method is typically not recommended due to the difficulty of traceability and complication of correction if data entry errors are made.
...
The costing methods above are used for valuing inventory on the balance sheet.
NAV also calculates and displays the average cost on the item card, regardless of which costing method is used for inventory valuation.
This average cost can be used for other reports such as sales analysis or commissions calculation.
Inventory costing Methods , which is good ?
Average :
Note: This method is typically not recommended due to the difficulty of traceability and complication of correction if data entry errors are made.
...
The costing methods above are used for valuing inventory on the balance sheet.
NAV also calculates and displays the average cost on the item card, regardless of which costing method is used for inventory valuation.
This average cost can be used for other reports such as sales analysis or commissions calculation.
Inventory costing Methods , which is good ?
Thursday, July 18, 2019
Smart/LED TV related
Media player slideshow incorrect order/sort
How can I keep a slide show in sequential order when showing on a TV ?
Slide Show using Panasonic TV
copy, ONE AT A TIME, each picture in the order you want them to be shown
What size jpgs for a slide show on a TV please (etc)? Jul 21, 2016
see Resolution comparison for SD, HD, FHD, QHD and 4K on post by Russell Evans on Jul 22, 2016
How can I keep a slide show in sequential order when showing on a TV ?
Slide Show using Panasonic TV
copy, ONE AT A TIME, each picture in the order you want them to be shown
What size jpgs for a slide show on a TV please (etc)? Jul 21, 2016
see Resolution comparison for SD, HD, FHD, QHD and 4K on post by Russell Evans on Jul 22, 2016
Monday, July 15, 2019
Server spooler crash troubleshooting
Google: determine|identify|troubleshoot|pinpoint printer|driver|what cause server spooler crash|stop
Print Spooler Issue on Server 2012 R2 Dec 14, 2016
[Monitor C:\Windows\System32\spool\PRINTERS for orphaned print jobs and] When this happens look in the listed printers on the print server to see if it is any one particular printer that is offline with hung up print jobs. It may well just be a particular printer with a corrupt driver.
...
[From Print Management,] set [suspected] drivers to Isolated mode (Right click --> Set Driver Isolation --> Isolated
Spooler Crashing in Windows 2016
You'll first want to check the print queue and see if there are "stuck" or "ghost" jobs and purge them. Then use the spooler restart steps above.
a good area to check for spooler crashes may be watching how many active printer sessions your print environment is establishing with that server. Too many simultaneous sessions will flood the print queue and cause the print spooler to crash.
Note to self:
Crashed printer spooler can be found on Windows SYSTEM Logs with event ID 7031 dan 7034
Print Spooler Issue on Server 2012 R2 Dec 14, 2016
[Monitor C:\Windows\System32\spool\PRINTERS for orphaned print jobs and] When this happens look in the listed printers on the print server to see if it is any one particular printer that is offline with hung up print jobs. It may well just be a particular printer with a corrupt driver.
...
[From Print Management,] set [suspected] drivers to Isolated mode (Right click --> Set Driver Isolation --> Isolated
Spooler Crashing in Windows 2016
You'll first want to check the print queue and see if there are "stuck" or "ghost" jobs and purge them. Then use the spooler restart steps above.
a good area to check for spooler crashes may be watching how many active printer sessions your print environment is establishing with that server. Too many simultaneous sessions will flood the print queue and cause the print spooler to crash.
Note to self:
Crashed printer spooler can be found on Windows SYSTEM Logs with event ID 7031 dan 7034
Tool(s) related to redirected printer :
How to use this tool to delete a redirected printer :
Wednesday, July 10, 2019
Data Security related
The Three Steps Towards Zero Trust 07.09.2019
Zero Trust is data security paradigm that asserts that access privileges alone do not equate to trust, and that continuous monitoring and correlating of event logs and network traffic is required to identify suspicious patterns of behavior.
Zero Trust is data security paradigm that asserts that access privileges alone do not equate to trust, and that continuous monitoring and correlating of event logs and network traffic is required to identify suspicious patterns of behavior.
Sunday, July 7, 2019
Ant-mosquito application - is it effective ?
Benarkah Aplikasi Anti Nyamuk Nyata Mengusir Nyamuk? - March 28, 2018
Ternyata suara tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap nyamuk. Berdasarkan artikel dari Independent, nyamuk memang berinteraksi dengan nyamuk lainnya menggunakan suara ultrasonik yang dihasilkan dari gesekan sayap mereka.
Hanya saja, hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang memberikan kesimpulan bahwa suara ultrasonik dapat mengusir nyamuk atau setidaknya tidak menjadikan nyamuk enggan untuk menggigit manusia.
Memang sih aplikasi tersebut dapat menghasilkan suara yang mungkin suara tersebut adalah suara ultrasonik. Hanya saja ketika dicoba tidak menjadikan nyamuk-nyamuk pergi menjauh dari kita.
Ternyata suara tersebut tidak berpengaruh apa-apa terhadap nyamuk. Berdasarkan artikel dari Independent, nyamuk memang berinteraksi dengan nyamuk lainnya menggunakan suara ultrasonik yang dihasilkan dari gesekan sayap mereka.
Hanya saja, hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang memberikan kesimpulan bahwa suara ultrasonik dapat mengusir nyamuk atau setidaknya tidak menjadikan nyamuk enggan untuk menggigit manusia.
Memang sih aplikasi tersebut dapat menghasilkan suara yang mungkin suara tersebut adalah suara ultrasonik. Hanya saja ketika dicoba tidak menjadikan nyamuk-nyamuk pergi menjauh dari kita.
Monday, July 1, 2019
Barcode scanner related
Fungsi Scanner Barcode
Scanner orbit umumnya dipakai di kasir supermarket dimana transaksi kasir cukup banyak. Scanner Barcode jenis ini mudah digunakan karena sinar laser tidak hanya searah, namun kesegala arah, sehingga memudahkan pada saat scanning barcode.
Tidak seperti scanner barcode linier, scanner barcode jenis ini diciptakan mampu membaca barcode lebih cepat dan akurat.
Scanner orbit umumnya dipakai di kasir supermarket dimana transaksi kasir cukup banyak. Scanner Barcode jenis ini mudah digunakan karena sinar laser tidak hanya searah, namun kesegala arah, sehingga memudahkan pada saat scanning barcode.
Tidak seperti scanner barcode linier, scanner barcode jenis ini diciptakan mampu membaca barcode lebih cepat dan akurat.
Subscribe to:
Posts (Atom)


